Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17049
حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ خَالِدِ بْنِ أَبِي عِمْرَانَ وَسُلَيْمَانَ بْنِ زِيَادٍ الْحَضْرَمِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيِّ قَالَأَكَلْنَا مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ شِوَاءً فِي الْمَسْجِدِ ثُمَّ أُقِيمَتْ الصَّلَاةُ فَضَرَبْنَا أَيْدِيَنَا فِي الْحَصَى ثُمَّ قُمْنَا فَصَلَّيْنَا وَلَمْ نَتَوَضَّأْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Khalid bin Abi Imran} dan {Sulaiman bin Ziyad Al Hadhrami} dari {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Kami makan daging bersama Rasulullah saw. di Masjid, lalu Iqamah shalat dikumandangkan, maka kami pun mengusapkan kedua tangan kami ke pasir lalu shalat tanpa berwudhu lagi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17050
حَدَّثَنَا حَسَنٌ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ حَدَّثَنَا حَيْوَةُ بْنُ شُرَيْحٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ مُسْلِمٍ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ وَيْلٌ لِلْأَعْقَابِ وَبُطُونِ الْأَقْدَامِ مِنْ النَّارِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} Telah menceritakan kepada kami {Haiwah bin Syuraih} dari {Uqbah bin Muslim} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tumit-tumit dan telapak kaki yang tidak terbasuh air wudhu masuk neraka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17051
حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنَا عَمْرٌو أَنَّ سُلَيْمَانَ بْنَ زِيَادٍ الْحَضْرَمِيَّ حَدَّثَهُ أَنَّ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ حَدَّثَهُأَنَّهُ مَرَّ وَصَاحِبٌ لَهُ بِأَيْمَنَ وَفِئَةٍ مِنْ قُرَيْشٍ قَدْ حَلُّوا أُزُرَهُمْ فَجَعَلُوهَا مَخَارِيقَ يَجْتَلِدُونَ بِهَا وَهُمْ عُرَاةٌ قَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَلَمَّا مَرَرْنَا بِهِمْ قَالُوا إِنَّ هَؤُلَاءِ قِسِّيسُونَ فَدَعُوهُمْ ثُمَّ إِنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ خَرَجَ عَلَيْهِمْ فَلَمَّا أَبْصَرُوهُ تَبَدَّدُوا فَرَجَعَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُغْضَبًا حَتَّى دَخَلَ وَكُنْتُ أَنَا وَرَاءَ الْحُجْرَةِ فَسَمِعْتُهُ يَقُولُ سُبْحَانَ اللَّهِ لَا مِنْ اللَّهِ اسْتَحْيَوْا وَلَا مِنْ رَسُولِهِ اسْتَتَرُوا وَأُمُّ أَيْمَنَ عِنْدَهُ تَقُولُ اسْتَغْفِرْ لَهُمْ يَا رَسُولَ اللَّهِقَالَ عَبْدُ اللَّهِ فَبِلَأْيٍ مَا أَسْتَغْفِرُ لَهُمْ قَالَ عَبْد اللَّهِ وَسَمِعْتُهُ أَنَا مِنْ هَارُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} Telah menceritakan kepada kami {Amru} bahwa {Sulaiman bin Ziyad Al Hadhrami} menceritakan kepadanya, bahwa {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} menceritakan kepadanya, bahwa ia dan seorang temannya pernah melewati Aiman dan sekelompok orang Quraisy yang melepas kain penutup tubuh mereka, lalu kain tersebut mereka jadikan sebagai alat untuk memukul, sedang mereka dalam keadaan telanjang. Abdullah berkata, “Saat kami melewati mereka, orang-orang berkata, “Sesungguhnya mereka itu adalah para pendeta, maka tinggalkanlah mereka.” Kemudian Rasulullah saw. keluar menemui mereka, saat melihat beliau, mereka pun menyebar dan bercerai-berai. Setelah itu, Rasulullah saw. kembali dan masuk ke dalam rumah dengan perasaan marah, sementara saya berada di belakang rumah. Kemudian saya mendengar beliau bersabda: “Maha Suci Allah! Terhadap Allah mereka tidak merasa malu, dan kepada Rasul-Nya mereka tidak memakai satir.” Lalu Ummu Aiman yang berada di sisinya berkata, “Mintakanlah ampunan bagi mereka wahai Rasulullah.” Abdullah berkata, “Setelah kesusahan dan kesempitan, saya tidak akan memintakan ampunan bagi mereka.” Abdullah berkata, “Dan saya mendengarnya dari Harun.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17052
حَدَّثَنَا مُوسَى بْنُ دَاوُدَ وَحَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَا حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ وَحَسَنُ بْنُ مُوسَى قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ دَرَّاجٍ قَالَ مُوسَى فِي حَدِيثِهِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ فِي النَّارِ حَيَّاتٍ كَأَمْثَالِ أَعْنَاقِ الْبُخْتِ تَلْسَعُ إِحْدَاهُنَّ اللَّسْعَةَ فَيَجِدُ حَمْوَتَهَا أَرْبَعِينَ خَرِيفًا وَإِنَّ فِي النَّارِ عَقَارِبَ كَأَمْثَالِ الْبِغَالِ الْمُوكَفَةِ تَلْسَعُ إِحْدَاهُنَّ اللَّسْعَةَ فَيَجِدُ حَمْوَتَهَا أَرْبَعِينَ سَنَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa bin Dawud} dan {Hasan bin Musa} keduanya berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah}, dan {Hasan bin Musa} berkata, telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Darraj}. {Musa} menyebutkan dalam haditsnya, ia berkata aku mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya di dalam Neraka terdapat beberapa ekor ular yang menyerupai leher Bukhtu (unta yang panjang lehernya). Jika ular tersebut mematuk, maka bekas patukannya akan tetap ada hingga empat puluh kali musim gugur. Dan dalam neraka juga terdapat kalajengking yang besarnya menyerupai Bighal beserta tali kekangnya. Jika ia menyengat dengan satu sengatan, maka bekasnya akan tetap ada hingga empat puluh kali musim gugur.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17053
حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ عُبَيْدِ اللَّهِ بْنِ الْمُغِيرَةِ قَالَ سَمِعْتُ عَبْدَ اللَّهِ بْنَ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيَّ قَالَمَا رَأَيْتُ أَحَدًا أَكْثَرَ تَبَسُّمًا مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Ubaidullah bin Mughirah} ia berkata, saya mendengar {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} berkata, “Saya tidak melihat seorang pun yang paling banyak senyumnya melebihi Rasulullah saw.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17054
حَدَّثَنَا مُوسَى حَدَّثَنَا لَيْثُ بْنُ سَعْدٍ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ الْحَارِثِ بْنِ جَزْءٍ الزُّبَيْدِيِّ قَالَأَنَا أَوَّلُ مَنْ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَبُولَنَّ أَحَدُكُمْ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِوَأَنَا أَوَّلُ مَنْ حَدَّثَ النَّاسَ بِذَلِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Musa} Telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abdullah bin Harits bin Juz` Az Zubaidi} ia berkata, “Saya adalah orang yang pertama kali yang mendengar Nabi saw. bersabda: ‘Janganlah sekali-kali kalian kencing dengan menghadap kiblat.’ Dan saya adalah orang yang pertama kali menceritakannya kepada manusia.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17055
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ جَرِيرِ بْنِ حَازِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَدِيُّ بْنُ عَدِيٍّ قَالَ أَخْبَرَنِي رَجَاءُ بْنُ حَيْوَةَ وَالْعُرْسُ ابْنُ عَمِيرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَدِيٍّ قَالَخَاصَمَ رَجُلٌ مِنْ كِنْدَةَ يُقَالُ لَهُ امْرُؤُ الْقَيْسِ بْنُ عَابِسٍ رَجُلًا مِنْ حَضَرَمَوْتَ إِلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فِي أَرْضٍ فَقَضَى عَلَى الْحَضْرَمِيِّ بِالْبَيِّنَةِ فَلَمْ تَكُنْ لَهُ بَيِّنَةٌ فَقَضَى عَلَى امْرِئِ الْقَيْسِ بِالْيَمِينِ فَقَالَ الْحَضْرَمِيُّ إِنْ أَمْكَنْتَهُ مِنْ الْيَمِينِ يَا رَسُولَ اللَّهِ ذَهَبَتْ وَاللَّهِ أَوْ وَرَبِّ الْكَعْبَةِ أَرْضِي فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَنْ حَلَفَ عَلَى يَمِينٍ كَاذِبَةٍ لِيَقْتَطِعَ بِهَا مَالَ أَخِيهِ لَقِيَ اللَّهَ وَهُوَ عَلَيْهِ غَضْبَانُ قَالَ رَجَاءُ وَتَلَا رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ{ إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا }فَقَالَ امْرُؤُ الْقَيْسِ مَاذَا لِمَنْ تَرَكَهَا يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْجَنَّةُ قَالَ فَاشْهَدْ أَنِّي قَدْ تَرَكْتُهَا لَهُ كُلَّهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Jarir bin Hazim} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Adi bin Adi} ia berkata, telah mengabarkan kepadaku {Raja` bin Haiwah} dan {Al Urs bin Amirah} dari bapaknya {Adi} ia berkata, “Seorang laki-laki dari Kindah yang biasa dipanggil Umru`ul Qais bin Abis bersengketa dengan seorang laki-laki dari Hadhramut, mereka mengadukan kepada Rasulullah saw. prihal tanah. Maka beliau memberi putusan kepada Al Hadhrami agar ia menunjukkan bukti, namun ia tidak dapat menunjukkan bukti apapun. Kemudian Rasulullah saw. memberi putusan kepada Al Qais agar ia bersumpah. Al Hadhrami pun berkata, “Jika tuan memberi keluasan baginya untuk bersumpah, niscaya tanah itu akan menjadi miliknya. Demi Allah, atau demi Rabb-nya Ka’bah, tanah itu adalah milikku.” Maka Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa bersumpah dengan sumpah palsu untuk mengambil harta saudaranya, maka ia akan menemui Allah, sedang Allah dalam keadaan murka atasnya.” Raja` berkata, “Lalu Rasulullah saw. membacakan ayat: ‘(Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit,..) ‘ (Qs. Ali Imran: 77). Maka Umru`ul Qais berkata, “Wahai Rasulullah, lalu apa balasan bagi orang yang meninggalkannya?” beliau menjawab: “Baginya surga.” Ia berkata, “Saksikanlah, saya telah meninggalkannya (menyerahkan tanah itu) semua untuknya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17056
مَرَّتَيْنِ حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ إِسْمَاعِيلَ بْنِ أَبِي خَالِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي قَيْسٌ عَنْ عَدِيِّ ابْنِ عَمِيرَةَ الْكِنْدِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَا أَيُّهَا النَّاسُ مَنْ عَمِلَ مِنْكُمْ لَنَا عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مِنْهُ مَخِيطًا فَمَا فَوْقَهُ فَهُوَ غُلٌّ يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ قَالَ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْأَنْصَارِ أَسْوَدُ قَالَ مُجَالِدٌ هُوَ سَعْدُ بْنُ عُبَادَةَ كَأَنِّي أَنْظُرُ إِلَيْهِ قَالَ يَا رَسُولَ اللَّهِ اقْبَلْ عَنِّي عَمَلَكَ فَقَالَ وَمَا ذَاكَ قَالَ سَمِعْتُكَ تَقُولُ كَذَا وَكَذَا قَالَ وَأَنَا أَقُولُ ذَلِكَ الْآنَ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَى عَمَلٍ فَلْيَجِئْ بِقَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ فَمَا أُوتِيَ مِنْهُ أَخَذَهُ وَمَا نُهِيَ عَنْه انْتَهَىحَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ قَالَ أَخْبَرَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ قَيْسٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَدِيُّ ابْنُ عَمِيرَةَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا ابْنُ أَبِي خَالِدٍ عَنْ قَيْسِ بْنِ أَبِي حَازِمٍ عَنْ عَدِيِّ ابْنِ عَمِيرَةَ الْكِنْدِيِّ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَى عَمَلٍ فَذَكَرَ مَعْنَاهُ
Terjemahan: (dua kali) Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Isma’il bin Abu Khalid} ia berkata telah menceritakan kepadaku {Qais} dari {Adi bin Amirah Al Kindi} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Wahai sekalian manusia, siapa di antara kalian yang bekerja untuk kami, lalu ia menyembunyikan sesuatu darinya meskipun hanya benang jahit atau lebih rendah dari itu, maka hal itu adalah pengkhiatan yang akan dibawanya kelak pada hari kiamat.” Adi bin Amirah Al Kindi berkata, “Seorang laki-laki hitam dari kalangan Anshar kemudian berdiri, Mujalid berkata, ‘Laki-laki itu adalah Sa’d bin Ubadah, ‘ seolah-olah saya melihatnya, ia berkata, “Wahai Rasulullah, saya tidak mau menangani pekerjaanmu.” Beliau bertanya: “Kenapa begitu?” laki-laki itu menjawab, “Saya telah mendengarmu berkata begini dan begini.” Beliau bersabda: “Dan saya mengatakannya sekarang, siapa yang kami pekerjaan untuk melaksanakan suatu pekerjaan, hendaklah ia membawakannya baik sedikit maupun banyak. Apa yang diberikan hendaklah ia mengambilnya dan apa yang dilarang hendaklah ia meninggalkannya.” Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Isma’il} dari {Qais} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Adi bin Amirah} lalu ia menyebutkan hadits tersebut.” Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Abu Khalid} dari {Qais bin Abu Hazim} dari {Adi bin Amirah Al Kindi} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Siapa yang kami pekerjaan untuk melaksanakan suatu pekerjaan…. lalu ia menyebutkan makna hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17057
حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا سَيْفٌ قَالَ سَمِعْتُ عَدِيَّ بْنَ عَدِيٍّ الْكِنْدِيَّ يُحَدِّثُ عَنْ مُجَاهِدٍ قَالَ حَدَّثَنِي مَوْلًى لَنَا أَنَّهُ سَمِعَ عَدِيًّا يَقُولُسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يُعَذِّبُ الْعَامَّةَ بِعَمَلِ الْخَاصَّةِ حَتَّى يَرَوْا الْمُنْكَرَ بَيْنَ ظَهْرَانَيْهِمْ وَهُمْ قَادِرُونَ عَلَى أَنْ يُنْكِرُوهُ فَلَا يُنْكِرُوهُ فَإِذَا فَعَلُوا ذَلِكَ عَذَّبَ اللَّهُ الْخَاصَّةَ وَالْعَامَّةَحَدَّثَنَا يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ عَنْ جَرِيرُ بْنُ حَازِمٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَدِيُّ بْنُ عَدِيٍّ عَنْ رَجَاءِ بْنِ حَيْوَةَ وَالْعُرْسِ ابْنِ عَمِيرَةَ عَنْ أَبِيهِ عَدِيٍّ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ قَالَ جَرِيرٌ وَزَادَنِي أَيُّوبُ وَكُنَّا جَمِيعًا حِينَ سَمِعْنَا الْحَدِيثَ مِنْ عَدِيٍّ قَالَ قَالَ عَدِيٌّ وَحَدَّثَنَا الْعُرْسُ ابْنُ عَمِيرَةَ فَنَزَلَتْ هَذِهِ الْآيَةُ{ إِنَّ الَّذِينَ يَشْتَرُونَ بِعَهْدِ اللَّهِ وَأَيْمَانِهِمْ ثَمَنًا قَلِيلًا }إِلَى آخِرِهَا وَلَمْ أَحْفَظْهُ أَنَا يَوْمَئِذٍ مِنْ عَدِيٍّ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} Telah menceritakan kepada kami {Saif} ia berkata, saya mendengar {Adi bin Adi Al Kindi} menceritakan dari {Mujahid} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Budak milik kami} bahwa ia mendengar {Adi} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak mengadzab manusia secara umum hanya karena perbuatan dosa segelintir orang, sehingga mereka melihat kemungkaran dan mereka pun mampu untuk mengingkarinya, namun mereka tidak mengingkarinya. Jika mereka telah melakukan hal itu, maka Allah akan menyiksa segelintir orang itu dan juga manusia secara menyeluruh.” Telah menceritakan kepada kami {Yazid bin Harun} dari {Jarir bin Hazim} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Adi bin Adi} dari {Raja` bin Haiwah} dan {Al Urs bin Amirah} dari bapaknya {Adi} lalu ia menyebutkan hadits tersebut.” {Jarir} berkata, ” {Ayyub} menambahkan kepadaku, “Ketika kami semua mendengar hadits itu dari Adi, ia berkata, “Dan telah menceritakan kepada kami Al Ursu bin Amirah Maka turunlah ayat ini: ‘(Sesungguhnya orang-orang yang menukar janji (nya dengan) Allah dan sumpah-sumpah mereka dengan harga yang sedikit..) ‘ (Qs. Ali Imran: 77) -hingga akhir ayat- Saat itu aku belum menghafalnya dari Adi.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17058
حَدَّثَنَا إِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى قَالَ حَدَّثَنِي لَيْثٌ يَعْنِي ابْنَ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ عَنْ عَدِيِّ بْنِ عَدِيٍّ الْكِنْدِيِّ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الثَّيِّبُ تُعْرِبُ عَنْ نَفْسِهَا وَالْبِكْرُ رِضَاهَا صَمْتُهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ishaq bin Isa} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Laits} -yakni Ibnu Sa’d- ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abdurrahman bin Abu Husain} dari {Adi bin Adi Al Kindi} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Seorang janda diminta pernyataan atas (keridlaan) dirinya, sedangkan keridlaan seorang gadis adalah dengan sikap diamnya.”