Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17059
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ إِسْمَاعِيلَ قَالَ سَمِعْتُ قَيْسًا يُحَدِّثُ عَنْ عَدِيِّ ابْنِ عَمِيرَةَعَنْ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَكَتَمَنَا مَخِيطًا فَهُوَ غُلٌّ يَأْتِي بِهِ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَقَامَ رَجُلٌ مِنْ الْقَوْمِ آدَمُ طُوَالٌ مِنْ الْأَنْصَارِ فَقَالَ لَا حَاجَةَ لِي فِي عَمَلِكَ فَقَالَ لَهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ لِمَ قَالَ إِنِّي سَمِعْتُكَ آنِفًا تَقُولُ قَالَ فَأَنَا أَقُولُ الْآنَ مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ مِنْكُمْ عَلَى عَمَلٍ فَلْيَأْتِ بِقَلِيلِهِ وَكَثِيرِهِ فَإِنْ أُتِيَ بِشَيْءٍ أَخَذَهُ وَإِنْ نُهِيَ عَنْهُ انْتَهَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Isma’il} ia berkata, saya mendengar {Qais} menceritakan dari {Adi bin Ibnu Amirah} dari Nabi saw., beliau bersabda: “Siapa pun dari kalian yang kami pekerjakan untuk melakukan sesuatu kemudian ia menyembunyikan sesuatu meskipun seutas benang, maka itu merupakan pengkhianatan yang akan dibawanya kelak pada hari kiamat.” Seorang laki-laki Anshar berkulit sawo matang dengan postur tubuh yang tinggi berdiri seraya berkata, “Saya tidak berminat sedikit pun terhadap tawaran pekerjaanmu.” Maka Rasulullah saw. bersabda kepadanya: “Kenapa?” laki-laki itu menjawab, “Saya telah mendengar apa yang tuan katakan.” Beliau berkata: “Jika demikian maka saya katakan, bahwa barangsiapa dari kalian yang kami pekerjakan atas suatu amalan, hendaklah ia datang dengan hasilnya, baik sedikit atau banyaknya. Jika diberi sesuatu hendaklah ia ambil, jika dilarang dari sesuatu maka hendaklah ia tinggalkan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17060
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَيَّاشٍ وَإِسْحَاقُ بْنُ عِيسَى وَهَذَا حَدِيثُ عَلِيٍّ قَالَ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ بْنُ سَعْدٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ اللَّهِ بْنُ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ أَبِي حُسَيْنٍ الْمَكِّيُّ عَنْ عَدِيِّ بْنِ عَدِيٍّ الْكِنْدِيِّ عَنْ أَبِيهِعَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ أَشِيرُوا عَلَى النِّسَاءِ فِي أَنْفُسِهِنَّ فَقَالُوا إِنَّ الْبِكْرَ تَسْتَحِي يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الثَّيِّبُ تُعْرِبُ عَنْ نَفْسِهَا بِلِسَانِهَا وَالْبِكْرُ رِضَاهَا صَمْتُهَاحَدَّثَنَا أَحْمَدُ بْنُ الْحَجَّاجِ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ يَعْنِي ابْنَ مُبَارَكٍ قَالَ أَخْبَرَنَا سَيْفُ بْنُ أَبِي سُلَيْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ عَدِيَّ بْنَ عَدِيٍّ الْكِنْدِيَّ يَقُولُ حَدَّثَنِي مَوْلًى لَنَا أَنَّهُ سَمِعَ جَدِّي يَقُولُ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ اللَّهَ عَزَّ وَجَلَّ لَا يُعَذِّبُ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ayyasy} dan {Ishaq bin Isa} -dan ini adalah haditsnya riwayat Ali- ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Laits bin Sa’d} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abdullah bin Abdurrahman bin Husain Al Makki} dari {Adi bin Adi Al Kindi} dari {Bapaknya} dari Rasulullah saw., beliau bersabda: “Beritahukanlah kepada para wanita tentang diri mereka (berkenaan dengan kesiapan mereka untuk menikah).” Para sahabat berkata, “Wahai Rasulullah, sesungguhnya seorang gadis itu sangat pemalu!” Rasulullah saw. bersabda: “Seorang janda dimintai persetujuan dengan lisannya. Sedangkan seorang gadis, maka keridlaannya adalah diamnya.” Telah menceritakan kepada kami {Ahmad bin Hajjaj} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah} -yakni Ibnu Mubarak- ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Saif bin Abu Sulaiman} ia berkata, saya mendengar {Adi bin Adi Al Kindi} berkata, telah menceritakan kepadaku budak milik kami bahwa ia mendengar Kakekku berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah ‘azza wajalla tidak akan menyiksa…lalu ia menyebutkan hadits tersebut.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17061
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَبْدِ اللَّهِ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ قَالَ قَرَأْتُ عَلَى الْفُضَيْلِ بْنِ مَيْسَرَةَ قَالَ حَدَّثَنِي أَبُو حَرِيزٍ أَنَّ قَيْسَ بْنَ أَبِي حَازِمٍ حَدَّثَهُ أَنَّ عَدِيَّ ابْنَ عَمِيرَةَ قَالَكَانَ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا سَجَدَ يُرَى بَيَاضُ إِبْطِهِ ثُمَّ إِذَا سَلَّمَ أَقْبَلَ بِوَجْهِهِ عَنْ يَمِينِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ ثُمَّ يُسَلِّمُ عَنْ يَسَارِهِ وَيُقْبِلُ بِوَجْهِهِ حَتَّى يُرَى بَيَاضُ خَدِّهِ عَنْ يَسَارِهِقَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ و حَدَّثَنِي يَحْيَى بْنُ مَعِينٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُعْتَمِرُ بْنُ سُلَيْمَانَ فَذَكَرَ الْحَدِيثَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Abdullah} Telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir bin Sulaiman} ia berkata, saya telah membacakannya dihadapan {Al Fudhail bin Maisarah} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abu Hariz} bahwa {Qais bin Abu Hazim} ia menceritakan kepadanya, bahwa {Adi bin Amirah} berkata, “Jika Nabi saw. sujud makan akan terlihat pipinya yang putih. Kemudian beliau mengucapkan salam ke sebelah kirinya lalu menghadapkan wajahnya hingga putih pipinya pun kelihatan dari sebelah kirinya.” Abu Abdurrahman berkata, telah menceritakan kepadaku {Yahya bin Ma’in} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Mu’tamir bin Sulaiman} kemudian ia pun menyebutkan hadits itu.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17062
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ قَيْسٍ عَنْ مِرْدَاسٍ الْأَسْلَمِيِّ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يُقْبَضُ الصَّالِحُ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ وَيَبْقَى كَحُثَالَةِ التَّمْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ubaid} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Qais} dari {Mirdas Al Aslami} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Orang-orang shalih akan diwafatkan satu demi satu, hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kuwalitasnya seperti buah kurma yang telah busuk.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17063
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ حَدَّثَنِي قَيْسٌ قَالَ سَمِعْتُ مِرْدَاسًا الْأَسْلَمِيَّ قَالَيُقْبَضُ الصَّالِحُونَ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ حَتَّى يَبْقَى كَحُثَالَةِ التَّمْرِ أَوْ الشَّعِيرِ لَا يُبَالِي اللَّهُ بِهِمْ شَيْئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} telah menceritakan kepadaku {Qais} ia berkata, saya mendengar {Mirdas Al Aslami} berkata, “Orang-orang shalih akan diwafatkan satu persatu hingga hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kuwalitasnya seperti buah kurma atau gandum yang telah busuk. Dan Allah tidak akan memperdulikan mereka sedikit pun.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17064
حَدَّثَنَا يَعْلَى قَالَ حَدَّثَنَا إِسْمَاعِيلُ عَنْ قَيْسٍ عَنْ مِرْدَاسٍ الْأَسْلَمِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُقْبَضُ الصَّالِحُونَ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ حَتَّى يَبْقَى كَحُثَالَةِ التَّمْرِ أَوْ الشَّعِيرِ لَا يُبَالِي اللَّهُ بِهِمْ شَيْئًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’la} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Isma’il} dari {Qais} dari {Mirdas Al Aslami} ia berkata Rasulullah saw. bersabda: “Orang-orang shalih akan diwafatkan satu persatu hingga hingga yang tersisa adalah orang-orang yang kuwalitasnya seperti buah kurma atau gandum yang telah busuk. Dan Allah tidak akan memperdulikan mereka sedikit pun.
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17065
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ عَنْ أَيُّوبَ عَنْ أَبِي قِلَابَةَ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَأَنَّهُ سَأَلَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ قُدُورِ أَهْلِ الْكِتَابِ فَقَالَ إِنْ لَمْ تَجِدُوا غَيْرَهَا فَاغْسِلْ وَاطْبُخْ وَسَأَلَهُ عَنْ لُحُومِ الْحُمُرِ فَنَهَاهُ عَنْ ذَلِكَ وَعَنْ كُلِّ سَبُعٍ ذِي نَابٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} dari {Ayyub} dari {Abu Qilabah} dari {Abu Tsa’labah}, bahwa ia bertanya kepada Nabi saw. mengenai bejana-bejana milik Ahli Kitab, maka beliau bersabda: “Jika kalian tidak menemukan kecuali bejana-bejana mereka itu, maka cuci dan memasklah dengannya.” Dia juga bertanya kepada beliau mengenai daging Himar yang jinak, lalu beliau melarangnya, serta semua daging binatang yang buas dan bertaring.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17066
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنْ دَاوُدَ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ أَحَبَّكُمْ إِلَيَّ وَأَقْرَبَكُمْ مِنِّي فِي الْآخِرَةِ مَحَاسِنُكُمْ أَخْلَاقًا وَإِنَّ أَبْغَضَكُمْ إِلَيَّ وَأَبْعَدَكُمْ مِنِّي فِي الْآخِرَةِ مَسَاوِيكُمْ أَخْلَاقًا الثَّرْثَارُونَ الْمُتَفَيْهِقُونَ الْمُتَشَدِّقُونَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Adi} dari {Dawud} dari {Makhul} dari {Abu Tsa’labah Al Khasyani} ia berkata, Rasulullah saw. bersabda: “Pada hari kiamat orang paling saya cintai dan yang paling dekat denganku dari kalian adalah orang yang paling baik akhlaknya di antara kalian. Sedangkan orang yang saya benci dan paling jauh denganku dari kalian kelak di akhirat adalah orang yang paling buruk akhlaknya di antara kalian. Yaitu mereka yang banyak berbicara dan suka mencemooh manusia dengan kata-katanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17067
حَدَّثَنَا يَزِيدُ حَدَّثَنَا الْحَجَّاجُ بْنُ أَرْطَأَةَ عَنْ مَكْحُولٍ عَنْ أَبِي ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيِّ يَقُولُقُلْتُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنَّا أَهْلُ صَيْدٍ فَقَالَ إِذَا أَرْسَلْتَ كَلْبَكَ وَذَكَرْتَ اسْمَ اللَّهِ فَأَمْسَكَ عَلَيْكَ فَكُلْ قَالَ قُلْتُ وَإِنْ قَتَلَ قَالَ وَإِنْ قَتَلَ قَالَ قُلْتُ إِنَّا أَهْلُ رَمْيٍ قَالَ مَا رَدَّتْ عَلَيْكَ قَوْسُكَ فَكُلْ قَالَ قُلْتُ إِنَّا أَهْلُ سَفَرٍ نَمُرُّ بِالْيَهُودِ وَالنَّصَارَى وَالْمَجُوسِ وَلَا نَجِدُ غَيْرَ آنِيَتِهِمْ قَالَ فَإِنْ لَمْ تَجِدُوا غَيْرَهَا فَاغْسِلُوهَا بِالْمَاءِ ثُمَّ كُلُوا فِيهَا وَاشْرَبُوا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yazid} Telah menceritakan kepada kami {Al Hajjaj bin Arthah} dari {Makhul} dari {Abu Tsa’labah Al Khusyani} berkata, “Saya bertanya, “Wahai Rasulullah, kami adalah orang-orang yang suka berburu?” Maka beliau bersabda: “Jika kamu melepas anjingmu dengan membaca nama Allah, lalu anjing tersebut mendapatkan hasil, maka makanlah.” Saya bertanya lagi, “Meskipun anjing itu membunuhnya?” beliau menjawab: “Ya, meskipun membunuhnya.” Saya bertanya lagi, “Kami juga suka pandai memanah?” Beliau bersabda: “Apa yang terkena oleh anak panahmu, maka makanlah.” Saya berkata lagi, “Kami bisa melakukan perjalanan, dan kami sering melewati orang-orang Yahudi, Nasrani dan Majusi. Dan kami tidak mendapatkan bejana kecuali bejana-bejana mereka.” beliau bersabda: “Jika kalian tidak lagi mendapatkan selain bejana-bejana itu, maka cucilah dengan air lalu makan dan minumlah kalian dengannya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17068
حَدَّثَنَا هَاشِمٌ قَالَ حَدَّثَنَا لَيْثٌ عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ صَالِحٍ عَنْ عَبْدِ الرَّحْمَنِ بْنِ جُبَيْرٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا ثَعْلَبَةَ الْخُشَنِيَّ صَاحِبَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُسَمِعَهُ يَقُولُ وَهُوَ بِالْفُسْطَاطِ فِي خِلَافَةِ مُعَاوِيَةَ وَكَانَ مُعَاوِيَةُ أَغْزَى النَّاسَ الْقُسْطَنْطِينِيَّةَ فَقَالَ وَاللَّهِ لَا تَعْجِزُ هَذِهِ الْأُمَّةُ مِنْ نِصْفِ يَوْمٍ إِذَا رَأَيْتَ الشَّامَ مَائِدَةَ رَجُلٍ وَاحِدٍ وَأَهْلِ بَيْتِهِ فَعِنْدَ ذَلِكَ فَتْحُ الْقُسْطَنْطِينِيَّةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Hasyim} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Laits} dari {Mu’awiyah bin Shalih} dari {Abdurrahman bin Jubair} dari {Bapaknya} ia berkata, saya mendengar {Abu Tsa’labah Al Khusyani} salah seorang sahabat Rasulullah saw., bahwa ia mendengarnya -sedangkan ia berada di Fusthath pada masa kekhilafahan Mu’awiyah. Dan Mu’awiyah saat itu mengirimkan pasukan untuk menyerang Konstantinopel- maka (Abu Tsa’labah) berkata, “Demi Allah, umat tidak akan terpukul mundur di pertengahan hari. Jika kalian telah melihat negeri Syam sebagai tempat makan bagi seseorang dan keluarganya, maka pada saat itulah penaklukan Konstantinopel.”