Musnad Penduduk Syam

Kembali ke Menu Sebelumnya

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16289

حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ عَمْرٍو عَنِ ابْنِ مُنَبِّهٍ عَنْ أَخِيهِ عَنْ مُعَاوِيَةَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا تُلْحِفُوا فِي الْمَسْأَلَةِ فَوَاللَّهِ لَا يَسْأَلُنِي أَحَدٌ شَيْئًا فَتَخْرُجَ لَهُ مَسْأَلَتُهُ فَيُبَارَكَ لَهُ فِيهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {‘Amr} dari {Ibnu Maniyyah} dari {saudara laki-lakinya} dari {Mu’awiyah} saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Janganlah kalian terlalu mendesak dalam meminta. Demi Allah, jika seseorang meminta sesuatu dengan cara-cara pemaksaan lalu dikabulkan, maka permintaannya tidak diberkati.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16290

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ عَجْلَانَ قَالَ حَدَّثَنِي مُحَمَّدُ بْنُ كَعْبٍ يَعْنِي الْقُرَظِيَّ قَالَ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَيَخْطُبُ عَلَى هَذَا الْمِنْبَرِ يَقُولُ تَعَلَّمُنَّ أَنَّهُ لَا مَانِعَ لِمَا أَعْطَى وَلَا مُعْطِيَ لِمَا مَنَعَ اللَّهُ وَلَا يَنْفَعُ ذَا الْجَدِّ مِنْهُ الْجَدُّ مَنْ يُرِدْ اللَّهُ بِهِ خَيْرًا يُفَقِّهُّ فِي الدِّينِ سَمِعْتُ هَذِهِ الْأَحْرُفَ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَلَى هَذِهِ الْأَعْوَادِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ibnu Ajlan} berkata telah menceritakan kepadaku {Muhammad bin Ka’Abu Bakar} yaitu Al Qarzhi, berkata saya telah mendengar {Mu’awiyah} berkhutbah di atas mimbar berkata “Ketahuilah sesungguhnya tidak ada yang bisa menghalangi apa yang Diberikan-Nya dan tidak ada yang bisa memberi apa yang dihalangi-Nya. Tidak berguna kekayaan dan kemuliaan itu bagi pemiliknya (selain iman dan amal shalihnya) hanya dari-Nya kekayaan dan kemuliaan. Barangsiapa yang Allah kehendaki kebaikan padanya, niscaya Allah memahamkan urusan agamanya”. Saya mendengar kalimat-kalimat itu dari Rasulullah saw. menurut kebiasaan beliau.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16291

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنِ ابْنِ جُرَيْجٍ قَالَ حَدَّثَنِي حَسَنُ بْنُ مُسْلِمٍ عَنْ طَاوُسٍ أَنَّ ابْنَ عَبَّاسٍ أخْبَرَهُ أَنَّ مُعَاوِيَةَ أخْبَرَهُقَالَ قَصَّرْتُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ بِمِشْقَصٍ أَوْ قَالَ رَأَيْتُهُ يُقَصَّرُ عَنْهُ بِمِشْقَصٍ عِنْدَ الْمَرْوَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Ibnu Juraij} berkata telah menceritakan kepadaku {Hasan bin Muslim} dari {Thawus} sesungguhnya {Ibnu ‘Abbas} mengabarinya sesungguhnya {Mu’awiyah} mengabarinya berkata “Saya pernah memendekkan rambut Rasulullah saw. dengan gunting” atau berkata “Saya pernah melihat beliau memendekkannya dengan gunting di Marwa.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16292

حَدَّثَنَا يَحْيَى عَنْ مُحَمَّدِ بْنِ عَمْرٍو قَالَ حَدَّثَنِي أَبِي عَنْ جَدِّي قَالَكُنَّا عِنْدَ مُعَاوِيَةَ فَقَالَ الْمُؤَذِّنُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَالَ مُعَاوِيَةُ أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ أَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا رَسُولُ اللَّهِ فَقَالَ حَيَّ عَلَى الصَّلَاةِ فَقَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَقَالَ حَيَّ عَلَى الْفَلَاحِ فَقَالَ لَا حَوْلَ وَلَا قُوَّةَ إِلَّا بِاللَّهِ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ اللَّهُ أَكْبَرُ اللَّهُ أَكْبَرُ فَقَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ قَالَ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ فَقَالَ هَكَذَا كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ أَوْ نَبِيُّكُمْ إِذَا أَذَّنَ الْمُؤَذِّنُ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya} dari {Muhammad bin ‘Amr} berkata telah menceritakan kepadaku {bapakku} dengan {kakekku} berkata kami sedang bersama {Mu’awiyah} lalu ada seorang muadzin yang mengumandangkan, ALLAHU AKBAR (Allah Maha Besar), ALLAHU AKBAR, lalu Mu’awiyah berkata ALLAAHU AKBAR ALLAAHU AKBAR, lalu orang itu membaca, ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ALLAAH, lalu Mu’awiyah membaca: ASYHADU AN LAA ILAAHA ILLA ALLAH. Orang itu membaca, ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. Lalu (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) membaca: ASYHADU ANNA MUHAMMADAR RASULULLAH. Lalu orang itu membaca, HAYYA ‘ALAS SHALAAH, (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) membaca, LAA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLLAH. Lalu orang itu membaca, HAYYA ‘ALAL FALAH, lalu (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) membaca, LAA HAULA WA LA QUWWATA ILLA BILLLAAH. Lalu orang itu membaca, ALLAHU AKBAR, ALLAHU AKBAR, lalu (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) berkata ALLAAHU AKBAR ALLAHU AKBAR, lalu orang itu membaca, LAA ILAAHA ILLA ALLAH, lalu (Mu’awiyah Radhiyallahu’anhu) membaca LAA ILAAHA ILLA ALLAH. lalu dia berkata “Demikianlah Rasulullah saw. membacanya, ” atau dengan redaksi ” Demikianlah Nabi kalian membacanya, jika ada seorang muadzin yang mengumandangkan adzan.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16293

حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ شُعْبَةَ قَالَ حَدَّثَنِي قَتَادَةُ عَنْ أَبِي الطُّفَيْلِ قَالَحَجَّ ابْنُ عَبَّاسٍ وَمُعَاوِيَةُ فَجَعَلَ ابْنُ عَبَّاسٍ يَسْتَلِمُ الْأَرْكَانَ كُلَّهَا فَقَالَ مُعَاوِيَةُ إِنَّمَا اسْتَلَمَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ هَذَيْنِ الرُّكْنَيْنِ الْيَمَانِيَّيْنِفَقَالَ ابْنُ عَبَّاسٍ لَيْسَ مِنْ أَرْكَانِهِ مَهْجُورٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Syu’bah} berkata telah menceritakan kepadaku {Qatadah} dari {Abu Thufail} berkata {Ibnu ‘Abbas} dan {Mu’awiyah} melakukan haji, lalu Ibnu ‘Abbas mencium semua rukun yang ada lalu Mu’awiyah berkata setahuku Rasulullah saw. hanya mencium dua rukun yamani ini. Lalu Ibnu ‘Abbas berkata “Terlarang ada rukun yang ditinggalkan.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16294

حَدَّثَنَا ابْنُ نُمَيْرٍ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ بْنُ يَحْيَى عَنْ عِيسَى بْنِ طَلْحَةَ قَالَ سَمِعْتُ مُعَاوِيَةَ يَقُولُ إِذَا أَتَاهُ الْمُؤَذِّنُ يُؤْذِنُهُ بِالصَّلَاةِسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ إِنَّ الْمُؤَذِّنِينَ أَطْوَلُ النَّاسِ أَعْنَاقًا يَوْمَ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Numair} telah menceritakan kepada kami {Thalhah bin Yahya} dari {‘Isa bin Thalhah} berkata jika ada seorang muadzin yang hendak mengumandangkan adzan untuk shalat, saya selalu mendengar {Mu’awiyah} berkata ‘Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Para muadzin adalah orang yang paling panjang lehernya pada Hari Kiamat.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16295

حَدَّثَنَا يَعْلَى بْنُ عُبَيْدٍ قَالَ حَدَّثَنَا طَلْحَةُ يَعْنِي ابْنَ يَحْيَى عَنْ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَا مِنْ شَيْءٍ يُصِيبُ الْمُؤْمِنَ فِي جَسَدِهِ يُؤْذِيهِ إِلَّا كَفَّرَ اللَّهُ عَنْهُ بِهِ مِنْ سَيِّئَاتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’la bin ‘Ubaid} berkata telah menceritakan kepada kami {Thalhah} yaitu Ibnu Yahya dari {Abu Burdah} dari {Mu’awiyah} berkata saya telah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Tiada sesuatu yang menimpa seorang mukmin pada jasadnya yang menjadikan dia sakit kecuali Allah akan meleburkan kesalahannya yang ada padanya.”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16296

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا سُفْيَانُ عَنْ جَابِرٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ يَحْيَى عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَلَعَنَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الَّذِينَ يُشَقِّقُونَ الْكَلَامَ تَشْقِيقَ الشِّعْرِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} telah menceritakan kepada kami {Sufyan} dari {Jabir} dari {‘Amr bin Yahya} dari {Mu’awiyah} berkata Rasulullah saw. melaknat orang-orang yang mempermain-mainkan lidahnya saat bicara sebagaimana ia mempermain-mainkan lidahnya dikala membaca syair.

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16297

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنِي بَيْهَسُ بْنُ فَهْدَانَ عَنْ أَبِي شَيْخٍ الْهُنَائِيِّ سَمِعْتُهُ مِنْهُ عَنْ مُعَاوِيَةَ قَالَنَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ لُبْسِ الذَّهَبِ إِلَّا مُقَطَّعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata telah menceritakan kepadaku {Baihas bin Fahdan} dari {Abu Syaikh Al Huna`i} saya telah mendengarnya darinya, dari {Mu’awiyah} berkata Rasulullah saw. melarang memakai emas kecuali yang telah ‘dipotong-potong’ (dicampur atau telah dibuat seperti cincin bagi wanita atau yang tercampur dalam perhiasan pedang yang kadarnya sangat sedikit).”

Musnad Ahmad | Hadits No. : 16298

حَدَّثَنَا وَكِيعٌ قَالَ حَدَّثَنَا مُجَمِّعُ بْنُ يَحْيَى عَنْ أَبِي أُمَامَةَ بْنِ سَهْلٍ عَنْ مُعَاوِيَةَأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَتَشَهَّدُ مَعَ الْمُؤَذِّنِينَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} berkata telah menceritakan kepada kami {Mujamma’ bin Yahya} dari {Abu Umamah bin Sahal} dari {Mu’awiyah} sesungguhnya Nabi saw. ikut membaca syahadat bersama para muadzin.