Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17119
حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ خَارِجَةَ قَالَ أَخْبَرَنَا الْجَرَّاحُ بْنُ مَلِيحٍ الْبَهْرَانِيُّ حِمْصِيٌّ عَنْ بَكْرِ بْنِ زُرْعَةَ الْخَوْلَانِيِّ قَالَ سَمِعْتُ أَبَا عِنَبَةَ الْخَوْلَانِيَّ يَقُولُسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ لَا يَزَالُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ يَغْرِسُ فِي هَذَا الدِّينِ بِغَرْسٍ يَسْتَعْمِلُهُمْ فِي طَاعَتِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Haitsam bin Kharijah} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Al Kharraj bin Malih Al Bahrani Himshi} dari {Bakr bin Zur’ah Al Khaulani} ia berkata, saya mendengar {Abu Inabah Al Khaulani} berkata, “Saya mendengar Nabi saw. bersabda: “Allah ‘azza wajalla akan senantiasa menjadikan dalam agama ini seseorang (pembaharu) yang akan Dia berdayagunakan untuk ketaatan kepada-Nya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17120
حَدَّثَنَا يَعْمَرُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا هُشَيْمُ بْنُ بَشِيْرٍ عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ بُسْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ فَاتِكٍ الْأَسَدِيِّ فَذَكَرَ حَدِيثًا قَالَ حَدَّثَنَا يَعْمَرُ بْنُ بِشْرٍ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ قَالَ حَدَّثَنَا هُشَيْمٌ عَنْ دَاوُدَ بْنِ عَمْرٍو عَنْ بُسْرِ بْنِ عُبَيْدِ اللَّهِ عَنْ سَمُرَةَ بْنِ فَاتِكٍأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ نِعْمَ الْفَتَى سَمُرَةُ لَوْ أَخَذَ مِنْ لِمَّتِهِ وَشَمَّرَ مِنْ مِئْزَرِهِفَفَعَلَ ذَلِكَ سَمُرَةُ أَخَذَ مِنْ لِمَّتِهِ وَشَمَّرَ مِنْ مِئْزَرِهِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’mar bin Bisyr} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Husyaim bin Basyir} dari {Dawud bin Amru} dari {Busr bin Ubaidullah} dari {Samurah bin Fatik Al Asadi} -lalu ia menyebutkan hadits tersebut, ia berkata- Telah menceritakan kepada kami {Ya’mar bin Bisyr} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Husyaim} dari {Dawud bin Amru} dari {Busr bin Ubaidullah} dari {Samurah bin Fatik}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Sebaik-baik pemuda adalah Samurah, sekiranya ia memangkas rambutnya yang sudah menyentuh cuping telinga, dan mau menyingsing ikatan kainnya.” Maka Samurah pun melakukan hal itu, ia memotong rambutnya yang sudah menyentuh cuping telinga dan menyingsingkan lipatan kainnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17121
حَدَّثَنَا قُتَيْبَةُ بْنُ سَعِيدٍ قَالَ حَدَّثَنَا ابْنُ لَهِيعَةَ عَنْ يَزِيدَ بْنِ أَبِي حَبِيبٍ عَنْ أَبِي مَرْزُوقٍ عَنِ الْمُغِيرَةِ بْنِ أَبِي بُرْدَةَ عَنْ زِيَادِ بْنِ نُعَيْمٍ الْحَضْرَمِيِّ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَرْبَعٌ فَرَضَهُنَّ اللَّهُ فِي الْإِسْلَامِ فَمَنْ جَاءَ بِثَلَاثٍ لَمْ يُغْنِينَ عَنْهُ شَيْئًا حَتَّى يَأْتِيَ بِهِنَّ جَمِيعًا الصَّلَاةُ وَالزَّكَاةُ وَصِيَامُ رَمَضَانَ وَحَجُّ الْبَيْتِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Qutaibah bin Sa’id} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Lahi’ah} dari {Yazid bin Abu Habib} dari {Abu Marzuq} dari {Al Mughirah bin Abu Burdah} dari {Ziyad bin Nu’aim Al Hadhrami} ia berkata, ” Rasulullah saw. bersabda: “Ada empat perkara yang telah Allah wajibkan dalam Islam, siapa yang menunaikan tiga darinya, maka ketiga perkara itu belum mendatangkan kemaslahatan baginya sedikit pun hingga ia menunaikan semuanya. Yaitu shalat, zakat, puasa Ramadlan dan haji ke Baitullah (Ka’bah).”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17122
حَدَّثَنَا هَارُونُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ وَهْبٍ عَنْ عَمْرِو بْنِ الْحَارِثِ أَنَّ أَبَا عُشَّانَةَ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ عُقْبَةَ بْنَ عَامِرٍ يَقُولُ لَا أَقُولُ الْيَوْمَ عَلَى رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مَا لَمْ يَقُلْسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ كَذَبَ عَلَيَّ مَا لَمْ أَقُلْ فَلْيَتَبَوَّأْ بَيْتًا مِنْ جَهَنَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdullah bin Wahb} dari {Amru bin Al Harits} bahwa {Abu Usysyanah} ia menceritakan kepadanya, bahwa ia telah mendengar {Uqbah bin Amir} berkata, “Pada hari ini, saya tidak akan mengatakan terhadap Rasulullah saw. sesuatu yang tidak beliau katakan. Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa berdusta atasku dengan sesuatu yang tidak pernah aku katakan, maka hendaklah ia mempersiapkan rumahnya di neraka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17123
وَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ رَجُلَانِ مِنْ أُمَّتِي يَقُومُ أَحَدُهُمَا اللَّيْلَ يُعَالِجُ نَفْسَهُ إِلَى الطَّهُورِ وَعَلَيْهِ عُقَدُهُ فَيَتَوَضَّأُ فَإِذَا وَضَّأَ يَدَيْهِ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا وَضَّأَ وَجْهَهُ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا مَسَحَ بِرَأْسِهِ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ وَإِذَا وَضَّأَ رِجْلَيْهِ انْحَلَّتْ عُقْدَةٌ فَيَقُولُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ لِلَّذِينَ وَرَاءَ الْحِجَابِ انْظُرُوا إِلَى عَبْدِي هَذَا يُعَالِجُ نَفْسَهُ يَسْأَلُنِي مَا سَأَلَنِي عَبْدِي فَهُوَ لَهُ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya dari {Uqbah bin Amir} Dan saya mendengar Nabi saw. bersabda: “Ada dua orang laki-laki dari umatku. Salah seorang bangun malam untuk membenahi dirinya, namun pada dirinya masih terdapat ikatan (syetan). Lalu ia berwudhu, dan ketika ia membasuh kedua tangannya lepaslah satu ikatan. Saat ia membasuh wajahnya lepaslah satu ikatan lagi, dan saat ia membasuh kepalanya, lepaslah satu ikatan lagi. Kemudian saat ia membasuh kakinya maka lepaslah ikatan yang terakhir dan Allah ‘azza wajalla berfirman dari belakang hijab, ‘Lihatlah kepada hamba-Ku ini, ia membenahi jiwanya dan memohon kepada-Ku. Apa yang diminta oleh hamba-Ku, maka hal itu adalah untukku.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17124
حَدَّثَنَا هَارُونُ حَدَّثَنَا ابْنُ وَهْبٍ حَدَّثَنِي اللَّيْثُ عَنْ حُنَيْنِ بْنِ أَبِي حَكِيمٍ حَدَّثَهُ عَنْ عَلِيِّ بْنِ رَبَاحٍ اللَّخْمِيِّ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَأَمَرَنِي رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنْ أَقْرَأَ بِالْمُعَوِّذَاتِ دُبُرَ كُلِّ صَلَاةٍ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Harun} Telah menceritakan kepada kami {Ibnu Wahb} telah menceritakan kepadaku {Laits} dari {Hunain bin Abu Hakim} telah mengabarkan kepadanya, dari {Ali bin Rabah Al Lakhmi} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Rasulullah saw. memerintahkan kepadaku untuk membaca Al Mu’awwidzat setiap selesai shalat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17125
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ حَدَّثَنَا عَبْدُ الْعَزِيزِ بْنُ مُسْلِمٍ قَالَ حَدَّثَنَا مُطَرِّفٌ عَنْ عِكْرِمَةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ الْجُهَنِيِّ قَالَنَذَرَتْ أُخْتِي أَنْ تَمْشِيَ إِلَى الْكَعْبَةِ فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِنَّ اللَّهَ لَغَنِيٌّ عَنْ مَشْيِهَا لِتَرْكَبْ وَلْتُهْدِ بَدَنَةً
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Abdul Aziz bin Muslim} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Mutharrif} dari {Ikrimah} dari {Uqbah bin Amir Al Juhani} ia berkata, “Saudara perempuanku bernadzar untuk berjalan kaki menuju Ka’bah, maka Rasulullah saw. bersabda: “Sesungguhnya Allah, benar-benar tidak membutuhkan (nadzarnya) berjalan kaki, hendaklah berkendaraan dan menyembelih kurban.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17126
حَدَّثَنَا عَفَّانُ قَالَ أَخْبَرَنَا أَبَانُ قَالَ حَدَّثَنَا قَتَادَةُ قَالَ حَدَّثَنَا نُعَيْمُ بْنُ هَمَّارٍ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍأَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ قَالَ رَبُّكُمْ أَتَعْجَزُ يَا ابْنَ آدَمَ أَنْ تُصَلِّيَ أَوَّلَ النَّهَارِ أَرْبَعَ رَكَعَاتٍ أَكْفِكَ بِهِنَّ آخِرَ يَوْمِكَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Affan} ia berkata, telah mengabarkan kepada kami {Aban} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Qatadah} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Nu’aim bin Hammar} dari {Uqbah bin Amir}, bahwa Rasulullah saw. bersabda: “Rabb kalian berfirman: ‘Wahai Anak Adam, apakah kamu tidak mampu untuk menunaikan shalat empat rakaat di pagi hari? Dengannya Aku akan mencukupi kalian pada akhir hari kalian.'”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17127
حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ عَاصِمٍ قَالَ حَدَّثَنِي عَبْدُ الرَّحْمَنِ بْنُ حَرْمَلَةَ عَنْ أَبِي عَلِيٍّ الْهَمْدَانِيِّ قَالَصَحِبَنَا عُقْبَةُ بْنُ عَامِرٍ فِي سَفَرٍ فَجَعَلَ لَا يَؤُمُّنَا قَالَ فَقُلْنَا لَهُ رَحِمَكَ اللَّهُ أَلَا تَؤُمُّنَا وَأَنْتَ مِنْ أَصْحَابِ مُحَمَّدٍ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا إِنِّي سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَنْ أَمَّ النَّاسَ فَأَصَابَ الْوَقْتَ وَأَتَمَّ الصَّلَاةَ فَلَهُ وَلَهُمْ وَمَنْ انْتَقَصَ مِنْ ذَلِكَ فَعَلَيْهِ وَلَا عَلَيْهِمْ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ali bin Ashim} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Abdurrahman bin Harmalah} dari {Abu Ali Al Hamdani} ia berkata, “Kami menemani {Uqbah bin Amir} dalam suatu perjalanan, namun ia tidak mau menjadi imam kami (saat shalat). Maka kami pun berkata, “Semoga Allah merahmatimu, kenapa engkau tidak ingin menjadi imam bagi kami, padahal engkau adalah sahabat Muhammad saw.? ‘ ia menjawab, “Tidak, karena aku pernah mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Barangsiapa menjadi imam shalat bagi manusia, lalu ia tunaikan sesuai dengan waktu dan menyempurnakan shalatnya, maka ganjaran pahalanya akan diberikan kepadanya dan kepada mereka. Namun siapa yang mengurangi kesempurnaan itu, maka kekurangan itu akan ditimpakan ke atasnya, dan bukan ke atas mereka.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17128
قَالَ أَبُو عَبْد الرَّحْمَنِ وَجَدْتُ هَذَا الْحَدِيثَ فِي كِتَابِ أَبِي بِخَطِّ يَدِهِ كَتَبَ إِلَيَّ الرَّبِيعُ بْنُ نَافِعٍ أَبُو تَوْبَةَ وَكَانَ فِي كِتَابِهِ حَدَّثَنَا الْهَيْثَمُ بْنُ حُمَيْدٍ عَنْ زَيْدِ بْنِ وَاقِدٍ عَنْ سُلَيْمَانَ بْنِ مُوسَى عَنْ كَثِيرِ بْنِ مُرَّةَ عَنْ عُقْبَةَ بْنِ عَامِرٍ قَالَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ الْمُسِرُّ بِالْقُرْآنِ كَالْمُسِرِّ بِالصَّدَقَةِ وَالْمُجْهِرُ بِالْقُرْآنِ كَالْمُجْهِرِ بِالصَّدَقَةِ
Terjemahan: Abu Abdurrahman berkata, saya mendapatkan hadits ini dalam kitab bapakku dengan tulisan tangannya sendiri {Rabi’ bin Nafi’ Abu Naubah} telah menuliskan kepadaku -dan dalam kitabnya- Telah menceritakan kepada kami {Al Haitsam bin Humaid} dari {Zaid bin Waqid} dari {Sulaiman bin Musa} dari {Katsir bin Murrah} dari {Uqbah bin Amir} ia berkata, “Rasulullah saw. bersabda: “Orang yang membaca Al-Qur’an dengan suara pelan, seperti seorang yang bersedekah secara diam-diam. Dan orang yang membaca Al-Qur’an dengan suara keras, seperti orang yang bersedekah dengan terang-terangan.”