Musnad Penduduk Syam
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17189
حَدَّثَنَا مُعْتَمِرٌ قَالَ قَالَ أَبِي حَدَّثَنَا أَبُو تَمِيمَةَ عَنْ دُلَجَةَ بْنِ قَيْسٍأَنَّ الْحَكَمَ الْغِفَارِيَّ قَالَ لِرَجُلٍ مَرَّةً أَتَذْكُرُ إِذْ نَهَى رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عَنْ الدُّبَّاءِ وَالْحَنْتَمِ وَالْمُقَيَّرِ وَالنَّقِيرِ قَالَ وَأَنَا أَشْهَدُ وَلَمْ يَذْكُرْ الْمُقَيَّرَ أَوْ ذَكَرَ النَّقِيرَ أَوْ ذَكَرَهُمَا جَمِيعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Al Mu’tamar} berkata {Bapakku} berkata, telah menceritakan kepada kami {Abu Tamimah} dari {Dulajah bin Qais}, bahwa pada suatu kali {Al Hakam Al Ghifari} berkata kepada seorang laki-laki, “Apakah kamu ingat saat Rasulullah saw. melarang Ad Duba, Al Hantam, Al Muqayyar dan An Naqir?” Al Hakam berkata, “Aku bersaksi atas itu.” Namun ia tidak menyebutkan Al Muqayyar atau An Naqir, atau tidak menyebut keduanya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17190
حَدَّثَنَا عَبْدُ الصَّمَدِ حَدَّثَنَا شُعْبَةُ حَدَّثَنَا عَاصِمٌ عَنْ أَبِي حَاجِبٍ عَنِ الْحَكَمِ الْغِفَارِيِّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ نَهَى أَنْ يَتَوَضَّأَ بِفَضْلِهَا لَا يَدْرِي بِفَضْلِ وَضُوئِهَا أَوْ فَضْلِ سُؤْرِهَا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Abdushshamad} Telah menceritakan kepada kami {Syu’bah} Telah menceritakan kepada kami {Ashim} dari {Abu Habib} dari {Al Hakam Al Ghifari}, bahwa Nabi saw. melarang untuk berwudhu dengan air sisa wanita. Al Hakam tidak tahu apakah dengan air dari sisa wudhunya atau minumnya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17191
حَدَّثَنَا مُعَاوِيَةُ بْنُ هِشَامٍ أَبُو الْحَسَنِ حَدَّثَنَا شَيْبَانُ عَنْ فِرَاسٍ عَنِ الشَّعْبِيِّ قَالَ قَالَ مُطِيعُ بْنُ الْأَسْوَدِقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ الْفَتْحِ لَا يَنْبَغِي أَنْ يُقْتَلَ قُرَشِيٌّ بَعْدَ يَوْمِهِ هَذَا صَبْرًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Mu’awiyah bin Hisyam Abul Hasan} Telah menceritakan kepada kami {Syaiban} dari {Firas} dari {Sya’bi} ia berkata {Muthi’ bin Al Aswad} berkata, “Pada hari pembukaan kota Makkah Rasulullah saw. bersabda: “Tidak selayaknya lagi orang-orang Quraisy dibunuh setelah hari ini, kecuali dalam medan peperangan.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17192
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ زَكَرِيَّا حَدَّثَنَا عَامِرٌ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطِيعٍ عَنْ أَبِيهِ أَنَّهُسَمِعَ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ يَقُولُ لَا يُقْتَلُ قُرَشِيٌّ صَبْرًا بَعْدَ الْيَوْمِ وَلَمْ يُدْرِكْ الْإِسْلَامَ أَحَدٌ مِنْ عُصَاةِ قُرَيْشٍ غَيْرُ مُطِيعٍ وَكَانَ اسْمُهُ عَاصِيًا فَسَمَّاهُ النَّبِيُّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُطِيعًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Zakaria} Telah menceritakan kepada kami {Amir} dari {Abdullah bin Muthi’} dari {Bapaknya}, bahwa ia mendengar Rasulullah saw. bersabda pada hari pembebasan kota Makkah: “Selamanya orang-orang Quraisy tidak akan dibunuh -selain di medan perang- setelah hari ini.” Dan tidak seorang pun dari para pendurhaka Quraisy yang masuk Islam kecuali Muthi’. Sebelumnya, ia bernama Ashi (orang yang maksiat), lalu Nabi saw. memberinya nama Muthi’ (orang yang taat).
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17193
حَدَّثَنَا وَكِيعٌ حَدَّثَنَا زَكَرِيَّا عَنْ عَامِرٍ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطِيعٍ عَنْ أَبِيهِ قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ يَوْمَ فَتْحِ مَكَّةَ لَا يُقْتَلُ قُرَشِيٌّ صَبْرًا بَعْدَ الْيَوْمِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Waki’} Telah menceritakan kepada kami {Zakaria} dari {Amir} dari {Abdullah bin Muthi’} dari {Bapaknya} ia berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda pada hari penaklukan kota Makkah: “Selama orang-orang Quraisy tidak akan dibunuh setelah tahun ini hingga hari kiamat.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17194
حَدَّثَنَا يَعْقُوبُ قَالَ حَدَّثَنَا أَبِي عَنْ ابْنِ إِسْحَاقَ قَالَ حَدَّثَنِي شُعْبَةُ بْنُ الْحَجَّاجِ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ أَبِي السَّفَرِ عَنْ عَامِرٍ الشَّعْبِيِّ عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ مُطِيعِ بْنِ الْأَسْوَدِ أَخِي بَنِي عَدِيِّ بْنِ كَعْبٍ عَنْ أَبِيهِ مُطِيعٍ وَكَانَ اسْمُهُ الْعَاصِ فَسَمَّاهُ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ مُطِيعًا قَالَسَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ حِينَ أَمَرَ بِقَتْلِ هَؤُلَاءِ الرَّهْطِ بِمَكَّةَ يَقُولُ لَا تُغْزَى مَكَّةُ بَعْدَ هَذَا الْعَامِ أَبَدًا وَلَا يُقْتَلُ قُرَشِيٌّ بَعْدَ هَذَا الْعَامِ صَبْرًا أَبَدًا
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Ya’qub} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Bapakku} dari {Ibnu Ishaq} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Syu’bah bin Hajjaj} dari {Abdullah bin Abu As Safar} dari {Amir bin Asy Sya’bi} dari {Abdullah bin Muthi’ bin Al Aswad} saudara Bani Adi bin Ka’ab, dari bapaknya {Muthi’} -sebelum itu namanya adalah Al Ash, kemudian Rasulullah saw. memberinya nama Muthi’- ia berkata, “Saat Rasulullah saw. memerintahkan untuk membunuh beberapa orang laki-laki di Makkah, aku mendengar Rasulullah bersabda: “Selamanya kota Makkah tidak akan diperangi laki setelah tahun ini, dan selamanya orang-orang Quraisy tidak akan dibunuh setelah tahun ini.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17195
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ جَعْفَرٍ قَالَ حَدَّثَنَا هِشَامٌ عَنْ حَفْصَةَ عَنْ رَبَابَ الضَّبِّيَّةِ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّ أَنَّهُقَالَ إِذَا أَفْطَرَ أَحَدُكُمْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى تَمْرٍ فَإِنْ لَمْ يَجِدْ فَلْيُفْطِرْ عَلَى الْمَاءِ فَإِنَّ الْمَاءَ طَهُورٌقَالَ هِشَامٌ وَحَدَّثَنِي عَاصِمٌ الْأَحْوَلُ أَنَّ حَفْصَةَ رَفَعَتْهُ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Ja’far} ia berkata, Telah menceritakan kepada kami {Hisyam} dari {Hafshah} dari {Rabab Adl Dlabbiyyah} dari {Salman bin Amir Adl Dlabbi} ia berkata, “Jika salah seorang dari kalian berbuka puasa, maka hendaklah ia berbuka dengan kurma. Jika ia tidak mendapatkan kurma, hendaklah ia berbuka dengan air, karena air itu adalah suci.” {Hisyam} berkata, ” {Ashim Al Ahwal} menceritakan kepadaku bahwa {Hafshah} telah memarfu’kan hadits tersebut kepada Nabi saw.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17196
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ سَعِيدٍ عَنْ هِشَامٍ قَالَ حَدَّثَتْنِي حَفْصَةُ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ قَالَسَمِعْتُ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ مَعَ الْغُلَامِ عَقِيقَتُهُ فَأَهْرِقُوا عَنْه دَمًا وَأَمِيطُوا عَنْهُ الْأَذَى
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Yahya bin Sa’id} dari {Hisyam} ia berkata, telah menceritakan kepadaku {Hafshah} dari {Salman bin Amir} ia berkata, “Saya mendengar Nabi saw. bersabda: “Bersama lahirnya seorang anak ada keharusan akikah, maka tumpahkanlah darah (menyembelih hewan akikah) dan hilangkanlah bahaya dari dirinya.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17197
قَالَوَسَمِعْتُهُ يَقُولُ صَدَقَتُكَ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَعَلَى ذِي الْقُرْبَى الرَّحِمِ ثِنْتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
Terjemahan: Masih melalui jalur periwayatan yang sama seperti hadits sebelumnya, dari Salman bin Amir {Salman} berkata, “Saya mendengar Rasulullah saw. bersabda: “Sedekahmu pada orang-orang miskin bernilai satu sedekah, sedangkan sedekahmu pada kerabatmu bernilai dua sedekah dan menyambung silaturahim.”
Musnad Ahmad | Hadits No. : 17198
حَدَّثَنَا مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي عَدِيٍّ عَنِ ابْنِ عَوْنٍ عَنْ حَفْصَةَ بِنْتِ سِيرِينَ عَنِ الرَّبَابِ أُمِّ الرَّائِحِ بِنْتِ صُلَيْعٍ عَنْ سَلْمَانَ بْنِ عَامِرٍ الضَّبِّيِّأَنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ الصَّدَقَةُ عَلَى الْمِسْكِينِ صَدَقَةٌ وَإِنَّهَا عَلَى ذِي الرَّحِمِ اثْنَتَانِ صَدَقَةٌ وَصِلَةٌ
Terjemahan: Telah menceritakan kepada kami {Muhammad bin Abu Adi} dari {Ibnu Aun} dari {Hafshah binti Sirin} dari {Ar Ra`ib Ummu Ar Ra`ih binti Sulai’} dari {Salman bin Amir Adl Dlabbi}, bahwa Nabi saw. bersabda: “Sedekah yang diberikan kepada orang miskin, maka nilainya adalah satu sedekah. Dan akan menjadi dua jika diberikan kepada kerabat nilai sedekah dan menyambung silaturahmi.”